Koeksistensi Manusia Dan Lingkungan: (Pengalaman Tadabbur Alam PKUMI)

Authors

  • Darlis Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal

DOI:

https://doi.org/10.70017/ijmis.v1i2.10

Keywords:

Tadabbur alam, spiritualitas ekologi, kesejahteraan psikologis, PKU-MI, kecerdasan lingkungan

Abstract

Krisis ekologi telah menjadi isu global yang menjadi perhatian seluruh dunia. Krisis tersebut tidak lepas dari hubungan tidak harmonis antara manusia dan lingkungannya, sebagai akibat dari paradigma yang berorentasi materialistik maupun karena keserakahan manusia itu sendiri. Merespon persoalan tersebut, para ahli telah menawarkan solusi berbasis kultural dan agama. Namun kesadaran ekologis di tengah masyarakat masih terbilang rendah. Tulisan ini bertujuan untuk mendiskusikan peran tadabbur alam PKU-MI sebagai salah satu best practice dalam internalisasi nilai-nilai ekologis kepada mahasantri. Tulisan ini adalah kualitatif dengan model studi kasus. Pastisipan penelitian ini adalah peserta tadabbur alam PKU-MI yang terdiri dari 50 orang yang terbagi dalam enam kelompok. Melalui pendekatan sosio-sufistik dengan tekhnik wawancara, observasi dan dokumen tertulis, penelitian menegaskan bahwa tadabbur alam PKU-MI sangat efektif dalam peningkatan kesadaran ekologis mahasantri. Kesadaran itu tumbuh melalui penguatan teori, pelepasan masa lalu, bersahabat dengan malam, muhasabah, sinergi energi dan praktek. Proses tersebut merupakan salah satu trategi internalisasi nilai-nilai positif kepada mahasantri yang terjadi melalui tahapan takhalli, tahalli, dan tajalli. Selain itu, tulisan ini juga menunjukkan bahwa tadabbur alam tidak hanya menumbuhkan pemahaman tentang spiritualitas lingkungan (ekologi), tapi juga meningkatkan kesejahteraan psikologis sebagai aspek penting dalam upaya konservasi lingkungan. Dengan demikian, tulisan ini menyimpulkan bahwa kesadaran ekologis memiliki hubungan erat dengan kesejahteraan psikologis.

Downloads

Published

2024-08-29