Istiqlal Journal on Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) https://journal.istiqlal.or.id/index.php/journal <p><strong>Istiqlal Journal on Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) </strong>is a scientific journal in Islamic Studies centered on the mosque with its universal function, more than just a place of worship, but also as a center for education, development, and as the economic center of the Muslim society. All seek to empower the Ummah from all facets.</p> en-US redaksi@journal.istiqlal.or.id (Istiqlal Journal on Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS)) asdar14.muh@gmail.com (Muh. Asdar) Thu, 23 Sep 2021 04:13:04 +0000 OJS 3.3.0.7 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PANDANGAN POLITIK SOEKARNO DALAM MEMBANGUN MASJID ISTIQLAL https://journal.istiqlal.or.id/index.php/journal/article/view/2 <p>Masjid Istiqlal sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara adalah satu dari sedikit masjid yang berdiri di tengah ibukota negara. Apalagi, sebagai masjid negara, ia berhadapan dengan rumah ibadah agama lain, yang di saat yang bersamaan juga, bertetangga dengan Monumen Nasional. Karena lokasinya yang sangat unik, maka menarik untuk menelaah lebih lanjut mengenai bagaimana pemilihan lokasi dan pembangunannya, yang bersamaan dengan dinamika politik Indonesia di usianya yang belum cukup satu dekade, di bawah pemerintahan Presiden Ir. Soekarno. Artikel ini akan mencari tahu apa latarbelakang didirikannya Masjid Istiqlal? Apa pandangan politik Soekarno dalam pembangunan Masjid Istiqlal? dan bagaimana sambutan umat Islam ketika Masjid Istiqlal didirikan? &nbsp;Untuk menjawab pertanyaan tersbut, metode penelitian yang dipergunakan di dalam artikel ini adalah metode historis, dengan mengumpulkan referensi pustaka maupun wawancara. Penelitian ini menemukan bahwa ide awal pendirian Masjid Istiqlal adalah gagasan dari tokoh Islam, yang kemudian didukung oleh Presiden Soekarno, yang ternyata, memang memiliki cita-cita untuk membangun masjid yang besar sejak di pengasingan. Soekarno memilih lokasi Masjid Istiqlal sebagaimana sekarang adalah simbol politis anti-kolonialisme, sekaligus sebagai simbol kebangkitan Indonesia pasca penajajahan. Keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan -baik dari segi latar belakang agama, profesi hingga afiliasi politik- dalam pembangunan Masjid Istiqlal menunjukkan bahwa masjid ini memang diinginkan oleh masyarakat Indonesia dan menjadi kebanggaannya sebagai negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia.</p> Darul Asry, Achmad Rizki Nugraha Copyright (c) 2021 Istiqlal Journal on Interdisciplinary Islamic Studies (IJIIS) https://journal.istiqlal.or.id/index.php/journal/article/view/2 Thu, 23 Sep 2021 00:00:00 +0000